Senin, 31 Oktober 2016

Permintaan Maaf

“…Yosua!”
“Hmm!?”
“Aku sudah memikirkannya, tentang kejadian tadi.”
“Hoo…”
“Aku sadar, kalau semua ini tidak akan terjadi jika saja aku tidak seenaknya. Seharusnya aku tahu kalau saat itu kau sedang sibuk melakukan hal lain. Tetapi, aku dengan bodohnya malah keras kepala dan terus saja melakukannya. Jika saja aku lebih cepat sadar, maka semua ini tidak akan terjadi.”
“…………”
“Aku…, aku minta maaf!”
“…………Yossi?”
“Ya!?”
“KAU PIKIR MINTA MAAF SAJA SUDAH CUKUP?! KAU TADI KAN YANG SEENAKNYA MENYODORKAN CONTEKAN KEPADAKU PADAHAL GURU PENGAWAS SEDANG MENUJU KE ARAH MEJA KITA!!”
“HAAA!!? KAU PIKIR SALAH SIAPA ADA ORANG YANG DARI TADI NGOTOT MINTA CONTEKAN JAWABAN SOAL KE ARAHKU PADAHAL SUDAH JELAS TERLIHAT KALAU AKU SENDIRI SEDANG SIBUK MENGERJAKAN SOAL TERSEBUT??!! LAGIPULA AKU KAN SUDAH MINTA MAAF KARENA TIDAK MEMPERHATIKAN SEKITARKU SAAT MENYERAHKAN CONTEKANNYA PADAMU!!!”
“KALAU BEGITU WAKTU KAU KETAHUAN TADI, KENAPA SAMPAI BAWA-BAWA DIRIKU DAN MENGADU KE PAK GURU KALAU AKU MENYIMPAN BEBERAPA LEMBAR CONTEKAN DI KOTAK PENSILKU???!!”
“LHO!?? KITA INI TEMAN KAN?!! KARENA TEMAN, MAKANYA  SUSAH SENANG HARUS DITANGGUNG SAMA-SAMA!!! DAN DALAM KASUS INI, KEMALANGAN YANG MENIMPAKU JUGA HARUS IKUT KAU TANGGUNG!!!!”
“HOOO!! BERANI-BERANINYA KAU BICARA SOAL ‘TEMAN’ DALAM KEADAAN SEPERTI INI!!! LIHAT SAJA NANTI SETELAH INI, AKAN KUPERLIHATKAN PADAMU “KASIH SAYANG” SEORANG TEMAN!!! KUBERIKAN PETUNJUK: AKU AKAN MENGGUNAKAN KEPALAN TANGAN KANAN DAN KIRIKU!!!!”
“NGAJAK BERANTEM??!! KENAPA HARUS NANTI KALAU BISA KITA LAKUKAN SEKARANG—“

“YOSSI!! YOSUA!! KALAU KALIAN TERUS SAJA RIBUT, BAPAK AKAN SURUH KALIAN TERUS HORMAT BENDERA DI LAPANGAN SAMPAI MALAM!!!!!”


““……Maaf pak…””

Senin, 19 September 2016

Jurnal Anak Kuliah #11: Lembur

[Pukul 02:53 am]
“ *hoaahm* Sedikit lagi…sedikit lagi…”
Sudah 2 hari aku tidak tidur demi menyelesaikan tugas ini. Sebenarnya ini salahku sendiri karena terus menunda pekerjaan. Yah, setidaknya tugas ini tidak mulai kukerjakan semalam sebelum pengumpulan, karena pengerjaannya ternyata cukup lama.
“ *hoaaahmm* Setelah ini sebenarnya masih ada tugas lain yang harus dikumpulkan besok. Jadi setelah kukumpulkan tugas ini di kuliah nanti, lalu pulang tidur sebentar, baru deh lanjut ngerjain tugas.”
Ya! Rencana ini sepertinya bakal berhasil.

*UHUK*

…Eh!?


[Pukul 05:38 pm]
*UHUK-UHUK*

Tubuh lemas, batuk-batuk, panas dingin…
“…Sepertinya aku kena demam deh…”
Sambil terbaring di atas kasur, aku memandang laptopku yang seharusnya sudah mulai kugunakan untuk mengerjakan tugas besok.

“……Besok aku bolos kuliah saja deh…”

Senin, 06 Juni 2016

Jurnal Anak Kuliah #10: Alarm 2

[Pukul 05:00 am]
*KRIIIIIIING*
Mendengar alarm, aku langsung mengambil HP dan mematikannya.
“Tidur sebentar lagi~!”

[Pukul 07:20 am, baru terbangun dari tidur]
“SIAAL! KENAPA AKU TADI MALAH TIDUR LAGI?!”

Dengan tergesa-gesa, tanpa mandi aku langsung mengganti baju dan sesegera mungkin pergi ke kampus dengan motor.

Kamis, 02 Juni 2016

Jurnal Anak Kuliah #9: Kantin

“Kau tidak pesan makanan?”
Tanyaku pada temanku. Pagi ini kami sedang berada di kantin dan duduk di salah satu meja sambil menggendong ransel kami masing-masing. Di hadapanku ada mie goreng instan yang tadi sudah kupesan.
“………”
“Jangan murung begitu dong~!”
“………Bukan begitu. Uangku sedang menipis.”
“Sekarang kan belum akhir bulan…”
“Ya, tapi uangnya kupakai untuk beli hardisk baru.”
“…Berapa GB?”
“1 TB.”
“Sekarang sisa uangmu berapa?”
“Rp. 200.000,-“
“Dan kau harus bertahan dengan uang sebanyak itu selama 3 minggu?”
“Iya.”
“……”
“……”
“……”
“……Boleh aku pinjam—“
“—Tidak. Utangmu yang kemarin saja belum lunas.”

Saat kami berdua sedang berbicara, tiba-tiba ada seorang temanku yang lainnya menghampiri kami. Sama seperti kami, dia juga sedang menggendong ransel.
“………”
“Pagi ♪~! Gimana kabarmu?”
“………”
Dia tidak menjawab sapaanku.
“Ayolah, jangan begitu! Kita memang baru ketemu waktu kelas minggu lalu, tapi setidaknya jangan kacangi aku.”
“……Ah, maaf, bukan begitu. Aku hanya berusaha mengingat-ingat siapa kalian, soalnya aku tidak pandai mengingat wajah. Ngomong-ngomong, kalian sekelas denganku di mata kuliah pagi ini kan?!”
““Iya.””
Jawab kami serempak.
“……Kalian juga diusir dosen karena terlambat ya?”
“………Iya. Lalu kau sendiri.”

“…Sama.”

Minggu, 29 Mei 2016

Jurnal Anak Kuliah #8: Tugas

[Pukul 07:59 pm]
“Baiklah, ada tugas di laptopku yang besok harus sudah dikumpulkan jam 1 siang di kampus. Tugasnya cukup mudah, jadi lebih baik aku istirahat dulu.”
Kusetel alarm di jam 01.00 am, dengan harapan begitu bangun aku bisa langsung mengerjakannya.

[Pukul 01:00 am]
*KRIIIIIIING*
“……Nng?”
Bunyi alarm seketika langsung membangunkanku dari tidur nyenyak. Dengan kelopak mata yang terasa berat untuk diangkat, aku bangkit dari kasurku, mematikan alarm,………dan kembali tidur.
“…Cuma 5 menit…”

[Pukul 01:38 am]
“………………Baiklah, aku bangun.”
Aku langsung menuju meja belajar dan menyalakan laptopku.
“………Hmmm, sekalian saja kucek apa saja yang ada di internet sekarang. (membuka Google Chrome) “

[Pukul 02:23 am]
Aku sedang melihat-lihat di website-website anime langgananku apa saja upload terbaru mereka yang bisa kudownload.
“……Oh, sudah keluar. (mengklik tautan) “

[Pukul 02:57 am]
Setelah melihat berita terbaru apa saja yang sedang terjadi, aku berusaha mengingat website langganan apa saja yang belum kukunjungi.
“ (sambil menunggu anime selesai didownload) ……Chapter terbaru One-Punch Man sudah keluar belum ya?”

[Pukul 03:09 am]
Karena semua kebutuhan internetku sudah (hamper) semua terpenuhi, sekarang tinggal mencari downloadan apa yang bisa kudownload supaya begitu mendownload aku bisa sambil mengerjakan tugas.
“…Skidrow, game baru apa yang kau punya?”

[Pukul 03:17 am]
“Akhirnya malah mendownload anime batch.”
Setelah semua selesai, sekarang tinggal mengerjakan tugas sambil menunggu hasil download.
“Sudah jam 3! Cepat sekali waktu berlalu!”

[Pukul 03:45 am]
“………Cek Facebook sebentar…”

[Pukul 04:33 am]
“ (mengerjakan tugas) ………Oh, downloadnya selesai. Sekarang download apa lagi ya?”

[Pukul 04:53 am]
“………Sudah! Karena kali ini ukurannya besar, jadi tidak masalah!”

[Pukul 06:30 am]
Selama kira-kira 1 setengah jam lebih aku sudah membuat (sedikit) perkembangan terhadap tugasku.
“ (melihat jam) Ah, sarapan dulu.“
Aku lalu pergi ke dapur dan merebus mie goreng instan.

[Pukul 06:46 am]
Setelah mie akhirnya siap disantap, aku memutuskan untuk memakannya sambil menonton anime yang tadi kudownload.
“Cuma sebentar.”

[Pukul 07:21 am]
“ (episode anime selesai) ……Lebih lama dari yang kukira.”
Walaupun mie sudah habis sebelum episode animenya selesai, entah kenapa begitu selesai ada perasaan mengganjal di dalam diriku yang menginginkanku untuk menonton anime lain yang tadi kudownload. Karena itu tadi akhirnya kutonton anime itu.
“……Karena semua kebutuhan sudah terpenuhi, sekarang saatnya lanjut mengerjakan tugas. Aku yakin sebelum jam 10 tugas ini sudah selesai.”

[Pukul 10:15 am]
“YA AMPUN, KENAPA BISA BEGINI??!!”
Oke, oke, tenang. Memang kenapa kalau sekarang sudah jam 10 lebih (dan ternyata tugasnya lebih sulit dari yang kukira)? Aku yakin ini semua sudah selesai saat jam setengah 12.

[Pukul 12:01 pm]
“SUDAH JAM 12!!?? AAAAHH!!!”
Tugasku memang sudah selesai dan tinggal diprint di tempat print dekat kampus, tetapi ku belum bersiap-siap untuk ke kampus. Dengan panik aku cepat-cepat mengganti bajuku dan memasukan peralatan kuliahku ke dalam tas.
“Aku harus cepat! Seharusnya kukerjakan jam 1 tadi!”

[Pukul 12:34 pm]
“Cepat, cepat! Cepat printnya dong!”
Di tempat print, dengan tidak sabaran aku menunggu hasil printout tugasku.
*cklark*
“……………Printnya macet…”

[Pukul 12:58 pm]
Begitu sampai di kampus, aku langsung memarkirkan motorku dan dengan tergesa-gesa berlari menuju ruang kelas.
“ (berlari) ……Huff…huff……harus……ke……lantai……4……”

[Pukul 01:03 pm]
“Fiuuuh~! Untuk tidak telat.”
Begitu masuk kelas, aku menaruh tasku di meja dan langsung menyerahkan tugasku ke asisten dosen.
(Aku tidak boleh lagi seperti ini.)
Mengingat semua yang sudah kulalui, penundaan dan ketergesa-gesaan, aku pun bertekat di dalam hatiku bahwa ini adalah yang terakhir. Aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama 2 kali.
(Begitu tugas diberikan, aku akan langsung mengerjakannya. Tidak ada lagi tunda-tunda!)

[Seminggu kemudian, pukul 08:01 pm]

“Baiklah, ada tugas di laptopku yang besok harus sudah dikumpulkan jam 1 siang di kampus. Tugasnya cukup mudah, jadi lebih baik aku istirahat dulu.”

Minggu, 22 Mei 2016

Jurnal Anak Kuliah #7: Es Krim

“Hmm…”
Aku sedang berada di mini market belanja makan malam dan snack.
“……Oh, es krim sandwich!”
Kulihat ada es krim sandwich di bagian es krim. Tanpa pikir panjang langsung saja kuambil karena stoknya selalu cepat habis.
“Baiklah, berarti belanjaan hari ini Pop Mie, keripik kentang, dan es krim.”
Setelah membayar, aku langsung pulang dan menyeduhkan Pop Mie-ku sebagai makan malam sambil menonton serial di laptopku.
“Huff, lumayan lah!”
Selesai makan, setelah kubuang bungkus Pop Mie-ku aku langsung tertidur pulas.


“…………Jam berapa ini?”
Begitu aku bangun, kulihat jam di tangan menunjukan pukul 9.
“Hmph, lumayan siang. Baiklah, pagi ini sarapan apa ya? Kalau tidak salah aku ada keripik kentang dan— ES KRIM SANDWICH!!!”
Tiba-tiba teringat, aku langsung menghampiri kantong plastik berisi bungkusan keripik kentang dan es krimku yang ada di lantai.
“ (meraba es krim) ……Cair!”
(Apa sebaiknya ku buang? Tidak. sayang. Apa kutaruh di freezer saja?)
Dengan segera aku berlari menuju lemari es dan menaruh es krim sandwichku ke dalam freezer. Sekarang tinggal berharap semoga saja masih sempat. Sambil menunggu aku memakan keripik kentangku dan menonton film di laptopku.


Setelah beberapa jam aku teringat akan es krim sandwichku lalu kuambil dari dalam freezer.

“ (meraba-raba) ……Lembek…Ah, biarlah!”

Rabu, 18 Mei 2016

Loser Story

“Kenapa kau tidak melawan?”
Tanyaku pada Mardi yang sudah babak belur dihajar para berandal.
“Kenapa? Bukankah itu sudah jelas? Itu karena walaupun aku melawan, hasilnya akan tetap sama: aku kalah. Jadi, dari pada mengulur waktu dan melakukan hal konyol, aku lebih memilih untuk sesegera mungkin mengakhirinya; yaitu dengan membiarkan mereka menghajarku sampai puas.”
“……”
Aku terdiam. Aku tidak menyangka jawaban itu akan keluar dari mulut Mardi yang biasanya pendiam. Selama ini aku mememandang sosok Mardi sebagai cowok pendiam namun memiliki sisi kalem yang sopan. Tetapi setelah kejadian tadi, pandanganku pada Mardi telah berubah total. Sekarang aku melihat sosoknya seperti—
“—seorang pecundang. Sekarang kau mulai melihatku sebagai seorang pecundang, kan?”
“………Pecundang saja tidaklah cukup untuk mendeskripsikanmu. Biasanya seseorang akan melindungi diri jika diserang orang lain, entah itu layaknya ksatria yang mati di medan perang, atau pengecut yang mati karena kabur dari tugas militernya. Tetapi belum pernah mendengar—tidak, belum pernah aku mengira ada seseorang yang akan benar-benar menyerahkan raganya begitu saja kepada lawan agar bisa segera dibantai dan mengakhiri semuanya.”
Aku menghela nafas.
“Bagiku kau itu bukan pecundang. Kau adalah sampah—Tidak! Bahkan sampah masih bernilai dibandingkan denganmu. Kau lebih rendah dari itu. Kau adalah sampahnya sampah!”
Aku mengatakannya tanpa ragu. Aku mungkin terdengar keterlaluan, tetapi itulah pandangan jujurku akan siapa Mardi sebenarnya.
Setelah mengatakannya, aku bertanya-tanya kira-kira apa reaksi Mardi terhadapku. Apakah dia akan marah, sedih, atau tertawa?

“Yah, aku sering mendapatkan ucapan itu dari orang-orang. Tapi aku sudah cukup senang hanya dibilang pecundang kok!”

Itulah balasan seorang Mardi Karno. Dia menjawabnya layaknya orang yang dihinggapi lalat: merasa bahwa itu hanyalah gangguan kecil yang tidak perlu dia hiraukan.
Mendengar itu aku sudah sedikit menduga bahwa itulah reaksi Mardi. Dia lalu menggaruk kepalanya dan mulai berjalan meninggalkan Mardi.
“…Yah, Selama kau baik-baik saja dengan jalan pikiranmu itu, aku tidak akan pernah menggangumu lagi.”
“Oke, terima kasih Kamirul atas pengertiannya~!”
Mardi menepuk tangannya sambil tersenyum kepadaku layaknya orang yang menerima permintaan maaf karena sudah diganggu.

(Jadi selama kemunculanku tadi dia merasa aku seperti sedang mengganggunya ya?)

Minggu, 15 Mei 2016

Jurnal Anak Kuliah #6: Arsitek 2

“Apa kau menyesal masuk jurusan arsitektur?”
Tanya temanku padaku.
“Yap! Aku menyesal!”
“Eh!? Kau benar menyesal?!”
“Iya.”
“Kalau begitu kenapa tidak ganti jurusan?”
“Karena a) aku baru menyadarinya saat semester 4; b) aku berasumsi bahwa semua jurusan itu sama sulitnya dengan arsitektur; c) tinggal jalani saja, maksudku sebelumnya aku menjalani hidupku selama 3 tahun di SMA dan ‘poof’, tanpa sadar aku sudah lulus; dan d) setidaknya jika sudah lulus peluang kerjaku tidakla sedikit, atau setidaknya begitualah yang kukira.”

Kulanjutkan dengan mengangkat kedua tanganku, mengisyaratkan “apa boleh buat”.

Rabu, 11 Mei 2016

Jurnal Anak Kuliah #5: Arsitek

“Kenapa kau kuliah di arsitektur?”
Tanya temanku saat aku dan dia sedang beristirahat di kantin sambil menunggu sesi selanjutnya.
“Hmm, kalau ditanya begitu alasannya mungkin karena usul orang tua atau karena arsitektur itu pilihan lain selain teknik sipil.”
Jawabku sambil mengingat-ingat kembali.
“Tapi yang pasti adalah karena karakter Ted Mosby dari serial How I Met Your Mother adalah seorang arsitek.”
“………Ha?”

“Kenapa!? Itu alasanku yang sebenarnya kok, sungguh!”

Selasa, 03 Mei 2016

Jurnal Anak Kuliah #4: Produktif

[Sabtu, menjelang tidur]
“Aku bisa merasakannya! Besok pagi akan kukerjakan tugas-tugas kuliahku yang menumpuk! Setelah itu akan kubersihkan kamarku dan kucuci semua baju kotorku! Ya, besok aku akan benar-benar produktif!”

[Minggu]

“……………Kukerjakan besok subuh deh.”

Senin, 25 April 2016

Jurnal Anak Kuliah #3: Toys Fair

Saat ini aku berada di sebuah Toys Fair di gedung expo dekat rumahku. Harga tiket masuknya Rp. 25.000,-, tapi menurutku sepadan.
“Woah!”
Ketika sedang berkeliling, dari kejauhan kulihat sesuatu yang membuatku tertarik.
“Model kit EVA 01— Awakening Ver. pula!”
Model kit seperti itu jarang kulihat, jadi tentu saja aku kaget sekaligus senang melihatnya. Aku tidak tahu nama produknya secara detil, tetapi yang pasti aku menginginkannya.


“Terima kasih mas!”
Ucapku saat mas penjaga stand memberiku plastik hitam berisi model kit EVA 01 yang kubeli.

“Baiklah! (memasukan dompet ke dalam saku celana) Sekarang tinggal bertahan hidup selama seminggu dengan hanya Rp. 120.000,-.”

Selasa, 19 April 2016

Jurnal Anak Kuliah #2: Makan Siang

“Hari ini makan dimana ya?”
Sekarang pukul 12 siang. Sesi kuliah baru saja selesai dan hari ini aku tidak ada kegiatan lain (selain mengerjakan tugas) sampai besok.
“Apa di Mie Ayam Afui? Tapi tadi pagi aku sudah makan mie. Kalau Sop Ayam Pak Min? Tapi aku sedang tidak ingin makan yang panas-panas. Warung ayam goreng di dekat rumah? Bosan makan ayam. McDonald? …...Tidak, aku harus berhemat!”
Selama beberapa menit aku kebingungan mencari tempat makan.
“…...Atau beli snack dan aku makan nanti sore saja?”
………Oke. Lagipula aku masih kenyang karena mie tadi pagi.


“……………”
Pukul 9 malam, dan saat ini aku berada di depan laptop sedang asyik bermain game selama 4 jam terakhir.

“……………Aku makan besok saja deh.”

Senin, 11 April 2016

Jurnal Anak Kuliah #1: Alarm

“Baiklah, semua peralatan kuliah plus tugas sudah disiapkan!”
Sekarang pukul 3 dini hari dan aku baru saja menyelesaikan tugas kuliahku untuk besok—, maksudku hari ini.
“Kuliah dimulai setengah 8, jadi setel alarm di HP untuk pukul 7. Tidak perlu mandi, cukup pakai deodorant saja.”
Selanjutnya aku menganti bajuku untuk kuliah agar saat bangun nanti aku tinggal mengambil tas, memakai kaus kaki, dan langsung berangkat.
“ (mencium bau baju) …Hmm, baumu aneh…………Naah, baru 5 hari kok!”
Setelah semua selesai aku langsung berbaring di atas kasur, menarik selimut tebal, dan memeluk gulingku sambil berharap kepada Tuhan semoga aku bisa tertidur nyenyak selama 4 jam kedepan.
“Selamat tidur! ♪ ”


“...............Ng?”
Aku terbangun dengan kelopak mata yang terasa berat. Setelah beberapa detik aku langsung sadar akan sesuatu...
(Kenapa tidak ada suara alarm?)
“……Sekarang jam berapa sih?”
Masih terbaring di atas kasur serta kelopak mata yang terasa berat, aku pun melihat jam yang ada di tanganku.
“……Pukul 08.03……………EEEHH?! JAM 8!!?? KOK BISA?!”
Panik, aku langsung bangkit mengambil HP-ku dan melihat alarm yang kusetel.

[Alarm: 07.00 pm]