“Apa kau menyesal masuk
jurusan arsitektur?”
Tanya temanku padaku.
“Yap! Aku menyesal!”
“Eh!? Kau benar
menyesal?!”
“Iya.”
“Kalau begitu kenapa
tidak ganti jurusan?”
“Karena a) aku baru
menyadarinya saat semester 4; b) aku berasumsi bahwa semua jurusan itu sama
sulitnya dengan arsitektur; c) tinggal jalani saja, maksudku sebelumnya aku
menjalani hidupku selama 3 tahun di SMA dan ‘poof’, tanpa sadar aku sudah
lulus; dan d) setidaknya jika sudah lulus peluang kerjaku tidakla sedikit, atau
setidaknya begitualah yang kukira.”
Kulanjutkan dengan
mengangkat kedua tanganku, mengisyaratkan “apa boleh buat”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar