Kamis, 02 Juni 2016

Jurnal Anak Kuliah #9: Kantin

“Kau tidak pesan makanan?”
Tanyaku pada temanku. Pagi ini kami sedang berada di kantin dan duduk di salah satu meja sambil menggendong ransel kami masing-masing. Di hadapanku ada mie goreng instan yang tadi sudah kupesan.
“………”
“Jangan murung begitu dong~!”
“………Bukan begitu. Uangku sedang menipis.”
“Sekarang kan belum akhir bulan…”
“Ya, tapi uangnya kupakai untuk beli hardisk baru.”
“…Berapa GB?”
“1 TB.”
“Sekarang sisa uangmu berapa?”
“Rp. 200.000,-“
“Dan kau harus bertahan dengan uang sebanyak itu selama 3 minggu?”
“Iya.”
“……”
“……”
“……”
“……Boleh aku pinjam—“
“—Tidak. Utangmu yang kemarin saja belum lunas.”

Saat kami berdua sedang berbicara, tiba-tiba ada seorang temanku yang lainnya menghampiri kami. Sama seperti kami, dia juga sedang menggendong ransel.
“………”
“Pagi ♪~! Gimana kabarmu?”
“………”
Dia tidak menjawab sapaanku.
“Ayolah, jangan begitu! Kita memang baru ketemu waktu kelas minggu lalu, tapi setidaknya jangan kacangi aku.”
“……Ah, maaf, bukan begitu. Aku hanya berusaha mengingat-ingat siapa kalian, soalnya aku tidak pandai mengingat wajah. Ngomong-ngomong, kalian sekelas denganku di mata kuliah pagi ini kan?!”
““Iya.””
Jawab kami serempak.
“……Kalian juga diusir dosen karena terlambat ya?”
“………Iya. Lalu kau sendiri.”

“…Sama.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar