“Kau tidak pesan makanan?”
Tanyaku pada temanku. Pagi
ini kami sedang berada di kantin dan duduk di salah satu meja sambil
menggendong ransel kami masing-masing. Di hadapanku ada mie goreng instan yang
tadi sudah kupesan.
“………”
“Jangan murung begitu
dong~!”
“………Bukan begitu. Uangku
sedang menipis.”
“Sekarang kan belum
akhir bulan…”
“Ya, tapi uangnya
kupakai untuk beli hardisk baru.”
“…Berapa GB?”
“1 TB.”
“Sekarang sisa uangmu
berapa?”
“Rp. 200.000,-“
“Dan kau harus bertahan
dengan uang sebanyak itu selama 3 minggu?”
“Iya.”
“……”
“……”
“……”
“……Boleh aku pinjam—“
“—Tidak. Utangmu yang
kemarin saja belum lunas.”
Saat kami berdua sedang
berbicara, tiba-tiba ada seorang temanku yang lainnya menghampiri kami. Sama
seperti kami, dia juga sedang menggendong ransel.
“………”
“Pagi ♪~! Gimana
kabarmu?”
“………”
Dia tidak menjawab
sapaanku.
“Ayolah, jangan begitu!
Kita memang baru ketemu waktu kelas minggu lalu, tapi setidaknya jangan kacangi
aku.”
“……Ah, maaf, bukan
begitu. Aku hanya berusaha mengingat-ingat siapa kalian, soalnya aku tidak
pandai mengingat wajah. Ngomong-ngomong, kalian sekelas denganku di mata kuliah
pagi ini kan?!”
““Iya.””
Jawab kami serempak.
“……Kalian juga diusir
dosen karena terlambat ya?”
“………Iya. Lalu kau
sendiri.”
“…Sama.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar